BASKET


         Keringatku bercucuran. Hawa sangat panas dan menyengat siang itu. Aku berjejal-jejal bersama dengan kerumunan banyak orang, yang berusaha memasuki Gedung olah raga. Bau keringat yang bercampur membuat perutku mual….. Mereka adalah sahabat, guru pelatih dan keluarga yang ingin menyaksikan anak unggulan mereka  main pertandingan basket.
            Di dalam terdengar bunyi sorak sorai disertai genderang yang gemuruh, kadang-kadang tepuk tangan yang meriah, bahkan berkali-kali teriakan-teriakan yell-yell untuk memberi semangat para pemain. Suara-suara itu membuat kami semakin penasaran untuk berusaha masuk. Banyak dari kami menggerutu. Karcis sudah di tangan, tapi kami belum diperkenankan masuk. Alasannya, karena mereka menerima kunjungan seorang ratu kecantikan dan kami harus menunggu….menunggu membuat kami kesal.
            Kira-kira 30 menit kami harus menunggu. Akhirnya pintu dibukakan juga. Penjagaan amat ketat. Aliran manusia masuk seakan air sungai yang beraliran deras melewati dam yang ambruk! Mereka berjejal-jejal, dorong-mendorong berusaha untuk masuk duluan. Untungnya seorang penjaga bertanya padauk: “Dari sekolah mana bu?” “IPH”, jawabku singkat, tapi ternyata karena jawabanku itu para petugas membuka jalan begiku untuk masuk, karena saat itu sekolah IPH yang sedang bertanding. Aku bergegas masuk, melewati koridor dan mencari tempat duduk. Mataku segera mencari-cari Marco yang merupakan salah seorang pemainnya. Ia menangkap pandangnku, memberikan senyumnya yang penuh berarti bagiku dan baginya. Aku melambaikan tanganku sambil tersenyum ( yang tentunya tidak dapat dibalasnya karena ia sedang bermain). Aku kemudian menemukan sebuah tempat duduk yang lumayan strategis. Aku berusaha hadir di tempat itu hanya mau memberi kesan padanya: “Mama’s here, watching you…” (Mama berada di sini, nonton kamu), yang kuharapkan dapat menambah semangat-nya.
            Marco memang salah seorang pemain inti  (seorang blocker yang kemudian mencatat angka tertinggi dalam blockingnya). Bunyi genderang berbunyi lagi, makin seru saja, karena waktu pertandingan yang semakin tersisa sedikit. “Marco…..Marco….Marco…..!” kudengar teman-temannya berteriak. Marco sedang pegang bola Ia lari sambil pegang bolanya, kemudian mengangkat tangannya melambungkan bola dan……. Masuk!!!
            Bersama-sama dengan suporternya, aku berdiri, melompat-lompat kegirangan, ANAKKU MEMASUKKAN BOLA….! Disertai dengan tepuk tangan yang riuh rendah …. Dari kanan kiriku aku dengar suara-suara, “huuuh, Marco larinya kayak kilat….!” Rasa sukacita, bangga, haru tercampur menjadi satu. Pada akhir pertandingan ragu IPH menang!!
            Selama lebih kurang 20 menit, pertandingan sangat seru. Regu IPH hampir saja kalah, namun supporter yang begitu kuat telah membuat mereka mampu mengalahkan musuh…. Oh ya, kekuatan dan semangat mereka tentunya juga karena ibu-ibu para pemain yang sedang menonton mereka!
            Saat menantikan kemenangan dengan penuh ketegangan itu tiba-tiba masuk dalam pikiranku, betapa hidup manusia ini menyerupai bola basket, yang banyak kali mempunyai tujuan. Tujuan untuk dapat masuk ke keranjang. Namun dalam perjalan ke dalam keranjang itu ia harus menghadapi begitu banyak halangan-halangan. Para pemain adalah sikap kita yang menentukan ke mana bola kehidupan itu akan dibawa. Bukan sesuatu yang mudah untuk mencapai mimpi atau tujuan hidup kita. Kita seringkali berusaha tapi selalu ada musuh yang berusaha “merebut”nya dan memasukkan bola (hidup kita) ke dalam “target” dalam keranjang lawan/musuh kita.
            Aku melihat bahwa dalam perjalanan ke tujuannya, bola itu kadang-kadang terlempar ke atas, kadang terbanting ke bawah…. Hamapir masuk tapi luput lagi, ada di tangan musuh dan berusah kita rebut lagi… sungguh melelahkan dan menegangkan. Saat pertandingan berlangsung beberapa supporter tampak berdoa dengan sungguh-sungguh agar kelompoknya menang.
            Apa yang dapat membantu kemenangan kita? Latihan yang banyak tentunya, ketangguhan untuk bertempur, mental juara yang terus bertahan hingga saat terakhir walaupun tampaknya hampir kalah, pengharapan untuk menang . Tentunya juga para supporter yang hadir untuk menyemangati mereka. Teriakan -teriakan mereka, yell-yell mereka membuat para pemain menjadi beringas dan bersemangat untuk menang!
            Firman Tuhan, yang dibawakan oleh hamba Tuhan atau gembala kita, nasehat-nasehat, dorongan, pemberian semangat oleh teman-teman kita, para penyanyi gereja dalam pujian mereka, dapat saja memberi kita dorongan untuk kita bersemangat mencapai tujuana hidup kita dalam Tuhan. Roh Kudus adalah pembimbing dan penuntun dalam kita melakukan latihan-latihan melakukan Firman Tuhan, juga saat-saat kita “bertanding” dalam hidup ini, serta memberi kita kemampuan yang supra alami untuk memenangkan “pertandingan” yang kita hadapi dalam hidup kita, yang seringkali tampak mustahil dapat kita jalani.
            Sadar atau tidak, Bapa kita yang di Sorga selalu menyaksikan “pertandingan hidup” itu. Ia berada di medan laga di tempat kita bertanding. Ia bersukacita bila kita berhasil mmasukkan bola dalam keranjang. Ia bangga dan terharu melihat kesungguhan kita dan ketegaran kita menghadapi lawan dan rintangan.
            Saudara, bagaimana dengan hidup Anda saat ini? Adakah Anda sedang melambung ke atas? Atau tercampak ke bawah? Apakah hidupmu kini sedang berada ditangan musuh, sedang dipermainkan dan ingin dimasukkan ke “target” musuh? Anda mungkin merasa tak ada seorangpun peduli akan kehidupan Anda saat ini. Anda mungkin telah Lelah bertanding dalam hidup Anda. Bahkan mungkin Anda tidak lagi bergairah untuk bertanding. Ingatlah bahwa Bapamu sedang melihatmu dan selalu mengharapkan “bola” itu masuk kedalam “target”-Nya.
            Kiranya Roh Kudus mengingatkan selalu. Kiranya Firman Tuhan berbicara selalu dan membri kita kesungguhan dan ketangguhan untuk bertahan. Kiranya kehadiran Bapa kita yang kekal memberi kita semangat yang tak terpadamkan.
“Kuatkan dan teguhkan hatimu…. Jangan kecut dan tawar hati, sebab TUHAN ALLAHMU menyertai engkau ke manapun engkau pergi” (Yosua 1:9)


---===O0O===---

Comments

Popular posts from this blog

KECEMASAN (1)